Kisah Polwan Penunggang Enstrom 480B (Bagian 4: Pilot Heli Pertama)

Kisah Polwan Penunggang Enstrom 480B (Bagian 4: Pilot Heli Pertama)
Bripka Indria Pujiastuti, Polwan pertama yang menjadi pilot helikopter di Satuan Ditpolud Polri. Sumber gambar: Dok. Indria Pijiastuti.

Karena masih tertarik di dunia penerbangan Indri meminta izin Direktur Polud Brigjen Pol Indra Miza (pada masa itu) agar ia diperbolehkan mengenyam pendidikan di sekolah pilot dengan biaya sendiri. Mendapat lampu hijau dari pimpinan, tahun 2013 Polwan kece ini akhirnya menjadi siswi penerbang di Aero Flyer Institute (Cirebon).

Setelah berhasil mengantongi private pilot licence (PPL), ia pun segera kembali berdinas di Kesatuannya.

“Saya sekolah penerbang dengan biaya sendiri, karena saya benar-benar ingin berkiprah di Polisi Udara, karena passion saya terbang. Kalau memang pimpinan memberi saya kesempatan, saya akan menunjukkan loyalitas saya untuk kesatuan. Intinya, saya ingin berkiprah di Polisi Udara sampai saya pensiun,” tegasnya.

Melihat potensi yang dimiliki pemudi ini, Dirpolud pun memintanya untuk melakukan konversi kualifikasi dari fixed wing ke rotary wing lantaran Kesatuan Udara Polri ini belum memiliki pilot heli perempuan.

Selama Juli hingga Desember 2015 Indri pun menjalani pendidikan konversi di Mako Dit Polud. Type rating heli yang ia kantongi adalah jenis Enstrom 480B.

Usai konversi ia pun sah berkaris sebagai kopilot heli di Polud. Sayangnya ia baru bisa mendapatkan BKO (bawah kendali operasi) ke PMJ, karena penempatan Enstrom 480B hanya di Polda tersebut.

“Selama ini saya baru terbang antar-kota. Tapi Alhamdulillah, istilahnya teman-teman saya yang BKO berbagai wilayah mereka belum punya pengalaman untuk landing di atas gedung, sedangkan itu pengalaman yang mahal. Jam saya di single engine juga lumayah, sudah ratusan,” jelasnya.

Ketika Penulis bertanya apakah dia siap bila ditugaskan ke luar Jakarta, sekalipun wilayah itu memiliki tantangan tersendiri bagi penerbang heli, khususnya perempuan, ia mengaku siap. Baginya, menjadi pilot di Polisi Udara harus siap menerima konsekuensi jika menerima BKO di manapun.

“Karena memang pekerjaannya seperti ini, itu konsekuensi saya. Karena saya masuk heli, saya menerima dengan semua konsekuensinya,” tegasnya.

Ia menyebutkan, sebetulnya Polwan yang minat jadi penerbang ada, hanya saja ketika tes mereka gagal. Sejauh ini belum ada lagi Polwan yang menunggangi helikopter, kecuali Indri. Sementara Polwan yang menjadi pilot fixed wing ada tiga orang. Mereka adalah senior Indri dan sudah berpangkat tingkat Perwira.